Saturday, January 1, 2011

Sayembara Arsitektur Nasional 2011

Penjelasan Mengenai Sayembara dapat diunduh disini.
Formulir Pendaftaran Sayembara dapat diunduh disini.

LATAR BELAKANG

Keberagaman budaya Indonesia dalam segi arsitektural telah memiliki solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang biasa dihadapi penduduk lokal, seperti iklim tropis, serangan binatang buas, masalah geologi, dan lain-lain. Sebagai contoh, bahan yang digunakan sebagai konstruksi dan fasade bangunan adalah kayu, bambu, dan bahan-bahan alami lainnya. Hal ini dikarenakan melimpahnya bahan tersebut pada saat itu. Tidak hanya itu, konstruksi yang digunakan merupakan teknologi konstruksi sederhana yang tahan gempa sesuai dengan kondisi geologi kepulauan Indonesia yang terbagi atas lempengan-lempengan.

Dewasa ini, bahan-bahan alami semakin langka karena banyaknya eksploitasi dan kurang sadarnya masyarakat untuk menjaga kelestarian sumber daya alam, sehingga bahan dan konsep tersebut mulai ditinggalkan sebagian besar masyarakat dan beralih ke teknologi yang diciptakan negara Barat, terlebih pada bangunan-bangunan komersial tersebut kurang sesuai dengan konsep budaya Indonesia.

Oleh karena beberapa permasalahan tersebut di atas, dibutuhkan bangunan komersial yang mempunyai gabungan antara sains dan teknologi sesuai dengan konsep budaya Indonesia sehingga tidak terpaku dengan teknologi di jaman dahulu dan tidak berkembang, serta sesuai dengan konteks perkotaan (urban) yang ada di lokasi tapak, sehingga bangunan tersebut diharapkan dapat bertahan sampai 15 tahun ke depan, bahkan lebih.

KETENTUAN SAYEMBARA
1. Peserta sayembara terdiri dari kelompok (maksimal 3 orang) atau individu.
2. Bangunan yang didesain berjenis bangunan komersial
3. Lokasi bebas, bisa diasumsikan lahan kosong, luas maksimum tapak 5000 m2
4. Bangunan terletak di daerah urban
5. Penggunaan material menggunakan material yang ada di daerah sekitar tapak yang akan dibangun, maksimal radius 25 km dari tapak
6. Tinggi bangunan maksimal 8 lantai (disesuaikan dengan kebutuhan ruang)
7. Desain bangunan harus tanggap terhadap iklim dan lingkungan sekitar
8. Produk yang dihasilkan berisi gambar konsep, siteplan, layout plan, tampak, potongan, serta perspektif 3D.
9. Hasil karya dikirimkan dalam format .jpg dengan kualitas 300 pixel/inch. Format penyajian hasil karya berukuran kertas A3 maksimal 3 lembar.
10. Peserta hanya bisa mengirimkan maksimal 2 hasil karya.

PENDAFTARAN SAYEMBARA
Batas Akhir Pendaftaran dan Pembayaran : 16 Maret 2011

Tempat Pendaftaran :

1. On the spot
Himpunan Arsitektur Brawijaya
Lantai 2 Gedung Kemahasiswaan
Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Jl. MT. Haryono 167, Malang 65145

2. Online
Formulir pendaftaran dapat diunduh di blog www.archubpost.blogspot.com dengan menyertakan scan bukti pembayaran

Biaya pendaftaran : Rp 50.000,00 ditransfer ke rekening:
BCA
a/n Christian Putra S
No. Rekening 3850345090
Bank Mandiri
a/n Desetrieke Firosa Adani
No. Rekening 1440006561010

PENGUMPULAN HASIL DESAIN
Hari & Tanggal : 16 Maret 2011
Pengumpulan dikirim ke e-mail panitia archubpost@yahoo.com, berakhir pukul 21.00

PRESENTASI DAN PENGUMUMAN JUARA
Dari seluruh peserta akan disaring 10 karya yang berhak dipamerkan pada Seminar Nasional tanggal 26 Maret 2011. Dari 10 nominasi ini dipilih 3 finalis yang diundang untuk mempresentasikan hasil karyanya pada saat seminar dan memperebutkan Juara I.

Hari & Tanggal : Sabtu, 26 Maret 2011
Tempat : Convention Hall Balai Agung Majapahit,
Hotel Santika Premiere Malang

HADIAH
Juara I Rp 7.500.000,00 + sertifikat juara + trophy
Juara II Rp 5.000.000,00 + sertifikat juara + trophy
Juara III Rp 2.500.000,00 + sertifikat juara + trophy

Seluruh peserta sayembara akan mendapatkan sertifikat peserta.

DEWAN JURI
- Ridwan Kamil
- Galih Widjil Pangarsa

CONTACT PERSON
Nina (085646454421)

Saturday, November 20, 2010

Sayembara Perancangan Koridor Jl. Jnd. Sudirman – Jl. RE Martadinata

Solo – Eco Cultural City! Brand tersebut akan diusung oleh Walikota Joko Widodo untuk konsep pembangunan di Kota Solo lima tahun kedepan. Gagasan/konsep tersebut dikembangkan untuk mewujudkan Kota Solo menjadi kota ramah lingkungan yang layak huni dan berbasis pada budaya/kearifan local yang berkembang seiring dengan pertumbuhan Kota Solo.

Gagasan kota ramah lingkungan yang berbasis budaya tersebut sejalan dengan gerakan Kota Hijau yang telah berjalan selama empat dasawarsa, khususnya di Negara-negara maju. Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Ir. Eko Budiharjo, M.Sc melalui salah satu tulisannya di media Kompas; Gerakan Kota Hijau diwujudkan melalui prinsip-prinsip : “Pertama, tata guna lahan yang menghargai alam, menjaga badan air, topografi dan ruang terbuka. Kedua, orientasi pada pejalan kaki (pedestrian) dengan pola lingkungan swasembada sehingga warga kota dapat berbelanja, berekreasi, bersekolah, bersosialisasi dengan berjalan kaki saja. Ketiga, pendayagunaan system transportasi umum terpadu dilandasi prinsip Transit Oriented Development, dengan menempatkan kawasan permukiman, perkantoran, perdagangan, dekat stasiun atau simpul transportasi. Keempat, memanfaatkan berbagai metode untuk memperlambat laju kendaraan agar jalan raya menjadi lebih aman dan nyaman, lazim disebut dengan traffic calming. Kelima, intensifikasi penggunaan lahan agar kota menjadi kompak, dengan prinsip pusat-pusat jamak, polisentris, atau multicenter.

Pengejawantahan konsep Solo - Eco Cultural City akan diaplikasikan, salah satunya, pada penataan koridor Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan RE Martadinata. Penataan tersebut diharapkan mampu mewujudkan koridor Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan RE Martadinata menjadi salah satu etalase Kota Surakarta yang dapat merepresentasikan Gerakan Kota Hijau (Solo - Eco Cultural City) di Kota Surakarta.Untuk memenuhi kebutuhan penataan koridor tersebut, Pemerintah Kota Surakarta membuka sayembara Perancangan Koridor Jalan Jenderal Sudirman sampai Jalan RE Martadinata. Tema sayembara adalah Perancangan Cerdas Koridor Kota Hijau Berwawasan Budaya.Sayembara ini terbuka bagi para arsitek professional bersertifikat SKA utama atau madya. Informasi selengkapnya mengenai sayembara dapat diunduh di KAK.Kami juga memberikan bahan informasi pendukung untuk keperluan perancangan yang dapat diunduh di situs ini.

Info selengkapnya:

Monday, November 1, 2010

The Brisbane Ideas Competition 2011

The Competition

The 2011 Brisbane Ideas Competition is a forum for discussion about the future of Brisbane. It is open to all members of the public and is intended to encourage debate and discovery. The theme of this year's competition is expressed in the two following questions;

"What is missing from Brisbane?" & "What does Brisbane need for the future?"

There is a large amount of public infrastructure built, under construction and planned for Brisbane. There are new people visiting and moving to Brisbane each week. How will the city adapt to climate change? All of these factors influence the future and add to the cultural mix of the city. But what is missing? what is needed? This competition aims to discover your visions for Brisbane and imagine a positive future of what could be.

***

By proposing these intentionally broad and ambiguous questions we hope to encourage debate and discussion across a wide fields about the future of our city. As a practice of ethical professionals who understand and appreciate our responsibility to the future generations who occupy our city, we hope the inaugural Brisbane Ideas competition will facilitate debate, discussion and discovery.


It is the hope that the broad entry requirements will solicit entries across a wide range of disciplines, from Architecture, Art, Science, Urban Design, Engineering among others. While we expect a wide range of entries, please ensure they are all graphically represented and meet the submission requirements. We would encourage entries from the large urban scale thru to the bespoke artefact.

The final outcome of the competition will be a series of exhibitions throughout the city, opening with a one month exhibition of the grand prize winner and the honourable mentions. Held in a public venue in the heart of the central business district, adjacent to the government precinct of the city, . It is through this wide and continued exposure that the the competition will encourage discussion and debate about the proposals and the future of our city. Finally this is expected to be a fun competition.

Dateline submission stage 1: 10th of January 2011

Competition Detail here.

Popular Posts